Sabtu, 31 Desember 2011

SELAMAT TAHUN BARU 2012

Waah..gak terasa dunia sudah semakin tua,bayangkan gan 2012 tahun,apa gak tua tuch,coba aja kalo umur manusia sebanyak itu,gimana ya' bentuknya..
Hmmm...tapi kita-kita (termasuk saya) sibuk merayakan setiap tahun baru, bareng keluarga bakar-bakar ayam (heran saya kenapa ayam trus jadi sasaran,gak tahun baru,gak lebaran ayam mulu yang jadi mangsa penyembelihan),muter2 gak jelas or mejeng sana mejeng sini ma pacarnya,gak sadar aja kita kalo semakin tua dunia akan semakin dekat hari pembalasan.
Hayooo...siapa yang bilang gak ikut merayakan tahun baru 2012 malam tadi??? Walaupun ada ni ya',mungkin hanya sebagian yang paling kecil cil cil... Sebagian besar sar sar nya sibuk bikin acara (kalo di tempat saya yang paling ngetop ntu di Turap),bergadang sampe jam 00.00 atau mungkin sampe pagi,akibatnya subuh kalo gak telat bangun buat shalat pasti dech subuhannya lewat. Hufft..untung aja di rumah saya ada "alarm" yang senantiasa aktif setiap subuh buat bangunin saya 'tuk subuhan.
Saya sedikit heran aja,coba kalo malam tahun baru Hijriyah,kan diadakan tausiah tu,tapi yang datang cuma sedikit sekali walaupun yang datang da'i muda yang tampannya minta' ampun atau da'i yang terkenal laennya. Nah..kalo udah tahun baru Masehi pasti dech ramai sampai susah mau lewat,jangan kan pake motor or mobil,jalan kaki aja kita harus ngecilin badan sekecil-kecilnya.
Tapi,yang paling penting ni ya',semoga tahun 2012 ini kita semakin memperbaiki diri aja,gak perlu nunjuk2 orang ini salah orang itu jahat,orang sana gak tobat orang sini korupsi,de el el,diri kita sendiri dulu di perbaiki,kalo diri sendiri udah baik otomatis negara juga ikut membaik,kalau negaranya udah baik,dunia juga pasti akan ikut baik. Perbaiki prilaku 'n tentunya semakin mendekatkan diri kepada Tuhan,agar hidup kita selamat di dunia dan akhirat kelak.
Amin..
Bagaimana pun,saya mau ngucapin selamat tahun baru 2012 juga sama semua orang di dunia.

                                                      SELAMAT TAHUN BARU 2012
                                                                             ^_^


Minggu, 25 Desember 2011

Tak Bernafas Dalam Kerinduan (Cerpen 2)


                     TAK BERNAFAS DALAM KERINDUAN

Hujan mengguyur  kota Bengkalis akhir-akhir ini.Langit tak henti-hentinya menangis,entah apa yang ditangisinya,aku pun tak tau. Mungkin sedih melihat manusia makin tersesat atau mungkin menangisi kiamat yang mulai dekat. Ah..entahlah,aku tidak mau berandai-andai.
Aku terpaku melihat rintik hujan membasahi jalan. Alangkah indah karunia Tuhan,gumamku dalam hati. Dinginnya merayap-rayap keseluruh tubuhku,sangat dingin.Rasanya ingin menarik selimut lagi tapi tentu saja tak bisa ku lakukan karna pekerjaan tak mengizinkan  ku tidur lagi.

PUISI

Luka
Tuan,ucapmu mengoyak kasihku
gema suaramu menusuk tanah suci di dadaku
“kau bukan tulang rusuk ku yang hilang”
begitu katamu,masih terdengar jelas
mengapa kau memaksaku mengorbankan butir mutiara
yang ku simpan sebagai bukti kerinduanku
kini tak lagi berharga
tuan,luka ini masih basah
semakin panjang dan berdarah
bilakah kan sembuh?

Jumat, 23 Desember 2011

Kumpulan Puisi Q (Catatan FB)

Gara-gara di like ma salah satu teman FB,jadi ingat lox di FB ada puisi..
Ni jhia Share ma ceman-ceman..

           Sang Kanibal

mundur bukan berarti lemah
maju jangan di sangka menentang
merah Sang merah putih telah cair menjadi darah
darah dari yang terhina
putih tulang telah remuk dipatah-patah penguasa
mereka yang memikul rakyat
menelan semuanya hidup-hidup 
meminim cairan darah dari tetesan Sang merah putih
tangisan mendayu hanya di dengar oleh telinga hati
mereka makan tubuh bangsa
mereka minum darah negara
sungguh....
tiada arti lepasan belenggu yang kita rebutkan dulu....
                                                            18 Desember 2010

Sejarah Bengkalis (Part 2)

Sejarah Bengkalis yang akan Jhia sampaikan hari ini adalah tentang Panglima Minal.
Kisah ini kami (P.I) dapat dari kantor dinas kebudayaan dan pariwisata Bengkalis.
Menurut orang tua-tua yang telah menceritakan sejarah tentang Panglima Minal,bahwasanya Panglima Minal lahir ± pada tahun 1609 M dan wafat pada usia 91 tahun sekitar tahun 1700 M. Pada masa pemerintahan Sultan Siak Jalil Rahmad Syah.

TES TES TES

Ceman ceman yang pintar-pintar,yang junius-junius yuuuk berbagi kejeniusan nya melalui satu soalan ini..
ini dia...

  • aku biasa merupakan panggilan untuk orang yang lebih tua atau dihormati
  • jika hurufku dikurangi satu,aku ada sebelum kamu dewasa.
  • jika hurufku dikurangi satu lagi,aku biasa disebut di kios,toko,atau warung.
  • jika hurufku dikurangi satu lagi,aku biasa berada di depan pintu rumah.
  • dikurangi satu lagi,aku adalah salah satu kata dalam bahasa inggris..
siapakah aku??????
hayoooo sapa yang bisa jawab?!!!
ditunggu yak.

Kamis, 22 Desember 2011

No Breathe in Longing (short story)


Bengkalis city rain lately.Sky incessant crying, crying about who knows what, I didnt know. Maybe sad to see people getting lost, or maybe start crying doomsday near. Ah .. I dunno, I wont what might have been.
I stared at the rain soaked streets.
What a wonderful gift of God, I muttered to myself. Crawling chill throughout my body, very cold.It seems want to pull the covers again but of course I couldnt do because the work would not let me sleep again.As usual, I sat waiting for patients to come. I'm not a doctor, just an employee here. It's one opening hours but no patients came. Maybe they are all healthy. Thank goodness then.

Rabu, 21 Desember 2011

Sang Pujangga Dakwah

Mata itu, mata yang membuat aku resah
mata itu, mata yang membuat aku betah hidup
mata itu, mata yang membuat aku sulit memejamkan mata.
mata itu dimiliki sang pujangga dakwah
mengangkat panji-panji islam
tak bisa ku paksa dia mencintaiku
sebab cintanya begitu besar pada Rabb-ku.
Rabb yang mengizinkan aku dan dia bernafas
Rabb yang menggetarkan rasa cintaku pada hambaNya

SELAMATKAN IBU

Kenapa jhia bilang Selamatkan Ibu? Itu karna banyak ibu-ibu di dunia ini yang tidak bisa merasakan bagaimana merasa Hari Ibu yang sebenarnya. Banyak ibu-ibu yang menderita karena diperlakukan tidak wajar oleh anaknya sendiri. Ibu yang dulu melahirkan,merawat dan membesarkan anak-anaknya dengan kasih sayang kini harus menghabiskan masa tuanya di panti-panti jompo,dikolong jembatan,bahkan ada yang membiarkan ibunya menjadi pengemis sedangkan mereka hidup dengan harta yang melimpah,atau yang lebih sadis mereka membiarkan ibu tinggal dirumah mereka tapi mereka jadikan dia pembantu dan diperlakukan semena-mena.
Benar kata pepatah,"orang tua senang anak jadi ratu,anak senang orang tua jadi babu".
Hmmm...pepatah yang terbukti dalam kehidupan nyata.
Tau gax,ibu itu malaikat dunia yang mengajarkan kita mengenal Tuhan,mengajarkan kita mengenal dunia dan akhirat. Itu sebabnya ketika sahabat bertanya kepada Rasulullah siapa yang patut dihormati,beliau menyebut ibu sebanyak 3 kali. Surga ada di bawah telapak kaki ibu. Ridho Allah karna Ridho ibu,murka Allah karna murka ibu.
Mama.,umi,mak,nyak,mami,atau siapapun kita memanggilnya,dia tetap seorang ibu yang patut dihormati.
Ibu....Ibu...Ibu..
Selamat Hari Ibu
Selamat Hari Ibu,Mama.
I Love U so Much.

Selasa, 20 Desember 2011

Peninggalan Sejarah Bengkalis (part 1)

Senin, 19 Desember 2011

Aku yang Salah (cerpen 1)


                                                AKU YANG SALAH
            Dia memang orang yang tertutup,bahkan sangat tertutup,tetapi aku bisa sedikit masuk lewat pintu hatinya yang sedikit renggang. Walau susah akhirnya yang dia mau menceritakan masalahnya kepadaku,dan meminta aku merahasiakan hal itu.
            “kamu malu ya?” tanyaku waktu itu.
            “Tidak. Aku tidak malu,aku cuma tidak mau dikasihani orang lain dan diberi perhatian khusus,aku ingin biasa saja.” jawabnya dengan wajah tak bergeming.”Aku masih bisa hidup walau bagaimanapun caranya.”
            “Iya,tenang aja aku pasti menyimpan rahasia ini.” Aku mencoba untuk mengerti dia.
            “terima kasih Wit,”katanya lagi. Aku hanya mengangguk. “Tapi kenapa kamu sering tidak masuk sekolah?”
            “Aku tidak semangat ke sekolah.”
            “Tidak semangat? Seharusnya kamu itu semangat ke sekolah. Siapa tahu kekosonganmu akan terisi dengan adanya kegiatan-kegiatan di sekolah.”
            “Entahlah.” Dia melenguh. Tidak ada yang bicara lagi. Bel tanda waktu istirahat selesai berbunyi. Semua kembali ke kelas. Aku duduk di tempat dudukku.

Kumpulan Puisi Q (SMA)

Ayah

rumah yang dulu kita bina,ayah
kini menjadi rumah jutaan rayap
aku tak mampu menjaga simungil itu
tanganku tak cukup melakukannya
tubuhku terlalu lemah
walau hatiku tetap keras
jemariku terlalu lembut
walau semangatku tak pernah luput
sawah yang dulu penuh padi,ayah
kini menjadi padang ilalang
semua peluh yang kau tanam kemarin telah hilang
mereka pun ikut reput dlam keranda
bersama jasadmu di perut bumi.

Bila Hari Itu Datang
Badai menyapu dunia
bumi berputar keras
lautan mendidih menelan seisi jagad
planet-planet tak lagi bersinar
kegelapan menyergap diri
kemaksiatan menangis,kebajikan tertawa
kematian datang menjemput
kehidupan kembali kekal abadi
dunia hanyalah mimpi sesaat
sederetan pemulung dosa
menapak jalan yang panjang
jatuh dalam kegelapan dan keperitan
bila hari itu datang
semua dada berdebar kencang
menunggu hasil akhir kehidupan

Asal Usul Pangkalan Terang (cerita rakyat Bengkalis)


ASAL USUL  PANGKALAN TERANG


Pada zaman dahulu, saat sebelum desa – desa menjadi besar terdapat banyak nama desa di Kabupaten Bengkalis ini. Di masa itulah hidup sebuah keluarga miskin yang tinggal di daerah jalan laut Sebauk. Jalan laut ini dibuat pada masa penjajahan Belanda. Keluarga miskin itu terdiri dari Bapak yang bernama Sianjing, Mak bernama Seteri dan seorang anak gadisnya yang diberi nama Yang Mah.
Setiap hari Sianjing bekerja sebagai pengasah gigi orang di kampungnya. Kadang dia juga mengambil upah menebas semak – semak. Sedang isterinya, Seteri bekerja mengambil upah menuai padi. Dia selalu pergi menuai padi di Bukit Batu, setelah selesai dia pulang lagi ke Sebauk, begitulah seterusnya. Yang Mah tumbuh menjadi gadis yang cantik dalam kehidupan yang serba kekurangan. Meskipun demikian, keluarga mereka tidak ada masalah, senantiasa akur.
Seperti hari – hari biasa, hari ini Seteri pun akan berangkat ke Bukit Batu untuk mengambil upah menuai padi.
“Yang Mah, Mak pergi dulu”. Kata Seteri sambil membenahi kain sarung untuk menutupi kepalanya.

Template by:

Free Blog Templates