Kamis, 03 Mei 2012

Renungan Kematian

 
Assalamualaikum wr, wb
sahabat ...

Aku Dimakamkan Hari Ini

perlahan, tubuhku ditutup tanah,
perlahan, semua pergi meninggalkan ku,
masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka,
aku sendirian, ditempat gelap yang tak pernah terbayang,
sendiri, menunggu keputusan..

Ibu, Ayah, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
adik, kakak, orang tua yang ditubuh ku darahnya mengalir,
tak juga tinggal, apa lagi sekedar sahabat,
kawan dekat, rekan kerja, atau orang-orang lain,
aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka..

Ayah Ibu ku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
saudara-saudara ku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,
sahabat ku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku sendiri, disini,
menunggu perhitungan..

menyesal sudah tak mungkin,
tobat tak lagi dianggap,
dan maafpun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri..

Tuhan ku,
(entah dari mana kekuatan itu datang setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengannya)
jika Kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika Kau pinjamkan lagi beberapa hari milikmu,
beberapa hari saja..

aku harus berkeliling, mohon maaf pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku,
yang selama ini telah aku sakiti hatinya,
yang selama ini telah aku bohongi,

aku harus kembalikan semua harta kotor ini,
yang ku kumpulkan dengan wajah gembira,
yang ku kuras dari sumber tak jelas,
yang ku makan, bahkan yang ku telan,
aku harus tuntas kan janji-janji palsu yang sering ku umbar dulu..

dan Tuhan
beri lagi aku beberapa hari milik_Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta
teringat kata-kata kasar dan keras yang menyakitkan hati mereka,
maafkan aku Ayah dan Ibu,
mengapa tak ku sadari betapa besar kasih sayangmu,
beri juga aku waktu untuk berkumpul dengan mereka
dan kakak adik ku untuk sungguh-sungguh beramal soleh,
aku sungguh ingin bersujud dihadapan_Mu,
bersama mereka..

Begitu sesal diri ini
karena hari-hari telah berlalu tanpa makna penuh kesia-siaan,
kesenangan yang pernah ku raih dulu,
tak ada artinya, sama sekali mengapa aku sia-siakan,
waktu hidup yang hanya sekali itu
andai ku bisa putar ulang waktu itu..

Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak termaafkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan..

“Kita semua kepunyaan Allah dan kita semua akan kembali kepadanya”

“Semua yang berjiwa(bernyawa) akan mati “ (Ali Imran:185)

“Tiap-tiap umat mempunya ajal, maka apabila telah datang ajalnya, mereka tidak dapat mengundurnya sasaatpun dan tidak (pula) dimajukan” (Al A’Raaf:34)

*semoga ini bisa menjadi renungan agar kita taat beribadah dan ingat akan kematian.

Puisi oleh : Indah Inggraini n’ friend



















Sumber:Puisi salah seorang teman FB.

0 komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejak anda.

Template by:

Free Blog Templates